SEVIMA Platform telah menyediakan fitur Informasi Jenis Kelas secara otomatis. Fitur ini memberikan penanda jenis kelas berdasarkan komposisi bobot penilaian, yaitu Hasil Proyek (P), Aktivitas Partisipatif (A), dan Kognitif (K).
Penentuan informasi dihitung secara otomatis setiap kali perubahan komponen evaluasi dilakukan. Dengan begitu, kelas yang memenuhi syarat berbasis kolaboratif dan partisipatif (IKU 7) langsung terlihat informasi kelasnya dan terkirim secara seamless ke Edlink.
Cara Mengakses Informasi Jenis Kelas
Admin akademik, Admin Prodi atau dosen penanggung jawab kelas dapat mengelola komposisi penilaian dan melihat jenis kelas melalui menu Perkuliahan > Data Kelas > Kelas Kuliah. Pada halaman daftar kelas, informasi jenis kelas muncul di bawah nama mata kuliah.
Informasi jenis kelas juga muncul di bagian detail kelas
Cara Jenis Kelas Ditentukan
Informasi jenis kelas merupakan hasil perhitungan komponen evaluasi pada setiap kelas perkuliahan. Pada detail kelas, admin dapat mengatur bobot persentase untuk komponen evaluasi kelas tersebut. Sebelum melihat kriteria tiap jenis kelas, pahami dulu bagaimana komponen evaluasi dikelompokkan.

Ketentuan Komponen Penilaian
Dalam menentukan informasi jenis kelas, komponen evaluasi akan dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama sebagai berikut:
- Aktivitas Partisipatif : merupakan bobot yang berasal dari komponen Aktivitas Partisipatif.
- Hasil Proyek : merupakan bobot yang berasal dari komponen Hasil Proyek atau Laporan Proyek.
- Kognitif/Pengetahuan : merupakan total bobot dari komponen Tugas, Quiz, UTS, dan UAS.
Ketentuan Jenis Kelas
Terdapat tiga jenis kelas yang ditentukan berdasarkan komposisi bobot Aktivitas Partisipatif, Hasil Proyek, dan Kognitif/Pengetahuan: Project Based Learning (PBL), Case Method, dan Kognitif/Pengetahuan.
Ketentuan Kriteria Penilaian Project Based Learning (PBL)
Mata kuliah memenuhi kriteria PBL jika bobot penilaian dari Aktivitas Partisipatif (Case Method) dan/atau Hasil Proyek (Team-Based Project) mencapai minimal 50% dari bobot nilai akhir mata kuliah.
- Jika hanya salah satu komponen yang digunakan, bobot komponen tersebut harus mencapai minimal 50%.
- Jika kedua komponen digunakan, bobot Aktivitas Partisipatif dan Hasil Proyek diperhitungkan secara kumulatif dan harus mencapai minimal 50%.
Berikut contoh data kelas yang memenuhi dan tidak memenuhi kriteria PBL:
Keterangan: Mata kuliah dikategorikan sebagai PBL apabila total bobot Aktivitas Partisipatif + Hasil Proyek mencapai minimal 50% dari total bobot penilaian mata kuliah.
Ketentuan Kriteria Penilaian Case Method
Mata kuliah dikategorikan sebagai Case Method jika bobot Aktivitas Partisipatif mencapai minimal 50% dari total bobot penilaian mata kuliah dan Hasil Proyek tidak memiliki bobot penilaian.
Berikut contoh data kelas yang memenuhi dan tidak memenuhi kriteria Case Method:

Keterangan: Mata kuliah dikategorikan sebagai Case Method apabila bobot Aktivitas Partisipatif mencapai minimal 50% dari total bobot penilaian mata kuliah, dengan Hasil Proyek sebesar 0%.
Ketentuan Kriteria Penilaian Kognitif
Mata kuliah dikategorikan sebagai Kognitif/Pengetahuan apabila tidak memiliki bobot penilaian pada Aktivitas Partisipatif maupun Hasil Proyek, sehingga penilaian mata kuliah sepenuhnya berasal dari komponen Kognitif/Pengetahuan, seperti tugas, kuis, UTS, UAS, dan/atau bentuk penilaian lainnya.
Berikut contoh data kelas yang memenuhi dan tidak memenuhi kriteria Case Method:

Keterangan: Mata kuliah dikategorikan sebagai Case Method apabila bobot Aktivitas Partisipatif mencapai minimal 50% dari total bobot penilaian mata kuliah dan Hasil Proyek tidak memiliki bobot penilaian.
Catatan:
- Kelas tanpa komposisi nilai tidak akan menampilkan jenis kelas apapun pada Modul Akademik atau Edlink.
- Jenis kelas yang tampil pada Modul Akademik juga akan tampil otomatis pada Edlink.
Pusat Bantuan